Category Archives: Konstruksi

Ketahui Jenis Rangka Atap Baja Ringan Agar Tidak Salah Pilih

Jenis Rangka Atap Baja Ringan

Kontruksi bangunan adalah hal krusial yang dalam prosesnya harus sangat teliti dan hati-hati. Proses pembangunan mulai dari desain, pemilihan material, hingga finishing tidak boleh sembarangan. Kenyamanan dan keamanan adalah hal yang harus diutamakan. Ketahanan bangunan menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Apalagi untuk bangunan di daerah rawan bencana seperti banjir, longsor bahkan gempa. Seiring perkembangan jaman, dunia kontruksi juga mengalami banyak kemajuan. Salah satunya adalah rangka atap yang tidak hanya terbuat dari kayu. Kini, rangka atap baja ringan menjadi opsi lain yang lebih unggul.

Keunggulan Rangka Atap baja Ringan

Baja ringin kini menjadi primadona karena karakternya yang ringan tetapi memiliki daya tahan kuat. Bahan ini digunkaan sebagai pengganti kayu dan baja konvensional karena lebih murah, efisien dan anti rayap. Susunan rangka baja ringan adalah lempengan-lempengan profil baja yang sifatnya ringan dan lentur dibanding bahan lain, Keunggulan lain dari rangka atap baja ringan adalah kepraktisan pemasangan dan fleksibilitasnya. Pemasangan rangka ini tebilang cepat. Biasanya dapat dikerjakan dengan waktu 4 hingga 5 hari jika dikerjakan oleh 3 hingga 4 tenaga kerja yang sudah familiar dan ahli dibidang ini.

Walaupun atap baja ringan tidak terlalu berat dibanding yang lainnya, tetapi justru baja ringan dapat mengurangi beban dari bangunan saat ada goncangan. Atap baja ringan memang diformulasikan dapat menahan atau menyokong atap dengan sangat baik. Selain itu baja ringan juga anti karat, dapat diolah kembali serta bentuk rangka atap yang dibuat dapat lebih variatif.

Jenis Rangka Atap Baja Ringan

Jenis-Jenis Rangka Atap Baja Ringan

Jika ingin membeli baja ringan, umumnya produsen telah menyediakan gambar petunjuk yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk memasang rangka atap baja ringan. Akan tetapi, jenis dan ukuran baja ringan yang disediakan biasanya berbeda-beda. Sehingga kamu harus lebih teliti dalam menentukan baja ringan yang tepat untuk bangunanmu. Berikut jenis-jenis atap baja ringan yang umumnya disediakan oleh produsen :

1. Baja Ringan Z

Karena bentuk baja ringan yang satu ini mirip dengan huruf Z maka disebut sebagai baja ringan Z. Fungsi utamanya adalah sebagai penyambung. Penggunaan baja ringan Z contohnya pada struktur kuda-kuda rangka atap. Sifatnya yang mudah menyeimbangkan beban antara kanan dan kiri membuat baja ringan Z diperlukan.

2.Baja Ringan C dan Baja ringan W

Baja ringan C dan W memiliki ketebalan antara 0,8 hingga 1 meter. Baja ringan jenis ini dapat digunakan sebagai batang struktural. Keduanya melengkapi fungsi baja ringan Z. Bentuk kedua baja ringan ini hampir sama yang menjadi pembeda adalah baja ringan W lebih besar dibandingkan baja ringan C.

3. Baja Ringan B

Dalam pembuatan rangka atap baja ringan tentu membutuhkan reng (baja ringan yang menjadi penahan pada bagian penutup atapnya). Baja ringan B memiliki desain yang lebih tipis jika dibandingkan jenis-jenis yang lain sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Harga Atap Baja Ringan di Pasaran

Banyak orang yang sering kali terkendala biaya saat merealisasikan bangunan impiannya sehingga ragu untuk menggunakan alternatif lain karena khawatir melebihi budget. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk membeli, carilah banyak referensi untuk dijadikan bahan pertimbangan. harga komponen untuk membuat atap baja ringan. umumnya harga atap baja ringan di pasaran yakni sekitar  Rp. 122.000 hingga Rp. 220.000 per meter sudah sepaket dengan komponen lain yang dibutuhkan. Ada juga yang menawarkan jasa pemasangan tetapi harus tetap hati-hati agar tidak tertipu.

Empat Empat Penyebab Utama Mengapa Lantai Epoxy Cepat Rusak

Penyebab Lantai Epoxy Cepat Rusak

Tanpa pengetahuan prosedur yang tepat tentang aplikasi dan juga maintenace dari lantai epoxy, beberapa hal dapat saja membuat usianya menjadi tidak lama

Sebagai salah satu pilihan finishing lantai pada industri konstruksi modern, lantai epoxy semakin banyak diminati dari hari ke hari. Ada banyak gedung properti dan fasilitas publik yang mengaplikasikan lantai jenis ini karena berbagai keunggulan yang dimilikinya. Secara umum gedung instalasi rumah sakit, pergudangan, pusat perbelanjaan, laboratorium, sekolah-sekolah, dan berbagai jenis properti umum lainnya, memilih lantai epoxy sebagai finishing lantai mereka.

Hal ini memang wajar mengingat lantai epoxy memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh lantai tipe lainnya. Lantai keramik, ubin, vinyl, dan lain sebagainya masih memiliki keterbatasan jika dipasangkan pada gedung dengan areal bentang yang luas. Epoxy lantai adalah yang paling tepat untuk keperluan itu.

Namun demikian, lantai epoxy juga memiliki kekurangan. Kekurangan ini seringkali terlihat beberapa lama setelah proses pemasangan selesai. Mulai dari permukaan cat yang tidak merata, munculnya gelembung partikel dalam lubang pada lantai, hingga keretakan yang seolah-seolah saja muncul di permukaan lantai. Jika sudah begini, umumnya injeksi beton adalah satu-satunya solusi yang dimiliki.

Penyebab Lantai Epoxy Tidak Tahan Lama

Sebelum menggunakan injeksi beton yang notabene akan memerlukan pengecatan epoxy lagi untuk penyempurnaan. Coba perhatikan empat hal yang biasanya menjadi penyebab utama mengapa lantai epoxy tidak berumur lama. Dengan mengetahui penyebabnya dan kemudian bisa dihindari, maka peluang lantai epoxy untuk lebih tahan lama bisa diupayakan.

Penyebab Lantai Epoxy Cepat Rusak

Banjir dan beban yang terlampau berat adalah dua faktor utama yang menyebabkan lantai epoxy cepat rusak

1. Umur Epoxy

Secara ideal lantai epoxy memiliki ketahanan untuk waktu yang lama. Akan tetapi, jika pada kesehariannya lantai ini misalnnya banyak terkontaminasi dengan partikel yang merusak seperti kerikil, pasir, atau pun air, dapat dipastikan usia epoxy akan cepat berkurang.

2. Terendam banjir

Banjir adalah salah satu perusak properti yang paling efektif. Mobil yang terendam bisa rusak, rumah yang terendam banjir bisa rusak dan temboknya bisa retak sehingga membutuh injeksi beton untuk diperbaiki. Bahkan lantai epoxy pun bisa rusak jika terendam banjir dalam waktu yang lama atau terlalu sering. Unsur polimer kimia yang terdapat dalam epoxy dapat rusak jika terendam banjir sehingga membuat lantai menjadi retak dan rapuh.

3. Pembebanan yang berlebihan

Beban yang berlebihan dapat mengakibatkan lantai cepat rusak. Bobot beban yang menindih lantai epoxy dalam waktu yang lama atau mobilitas tinggi akan membuat lantai cepat tergores atau bahkan retak.

4. Proses aplikasi yang keliru

Yang terakhir adalah proses aplikasi lantai yang keliru. Lantai epoxy adalah teknis finishing lantai yang membutuhkan pengalaman dan keterampilan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ada tahapan dan proses yang tidak boleh salah pada saat aplikasinya. Kesalahan pada proses ini sudah pasti membuat lantai tidak awet dan retak. Ujung-ujungnya akan kembali membutuhkan injeksi beton untuk proses repairing.