Jenis dan Model Kanopi yang Awet

Kanopi merupakan bagian perluasan dari rumah dan teras untuk menjaga bagian permukaannya dari basah karena hujan. Bangunan kerangka dan beratap ini biasa difungsikan untuk garasi, berjualan, atau tempat melakukan aktivitas lainnya yang terlindung dari hujan. Karena sifatnya yang fungsional, kanopi kerap digunakan di banyak hunian dan sentra bisnis terutama di kota-kota besar.

Model Kanopi

Tidak ada batasan baku tentang bentuk dan model kanopi, selagi ia berfungsi menahan guyuran hujan dan panas, maka jadilah ia kanopi yang fungsional. Pada hunian kecil dan minimalis, kanopi bahkan didesain unik dan menyatu dengan bangunan tanpa tiang. Beberapa di antaranya berbentuk kotak persegi, melengkung, atau atap bersusun. Jadi, hakikat kanopi terletak pada atap sebagai komponen utama dengan bahan yang beragam. Perbedaan bahan material atap kanopi ini berfungsi untuk menjadikan kanopi kuat dan awet di samping unsur estetika pada kanopi itu.

Jenis dan Model Atap Kanopi yang Awet

Secara umum keberadaan kanopi terletak pada bahan atap sebagai elemen utama. Jenis dan bahan atap yang beragam ini memiliki keistimewaan dan kekurangan serta harga yang berbeda. Di samping itu, bahan atap kanopi kerap dijadikan alasan utama sesuai fungsi pemilik bangunan. Ada kanopi kaca minimalis sebagai pertimbangan dalam mendapat cahaya matahari tetapi terlindung dari hujan. Ada pula kanopi berbahan kain sebagai sebagai pelindung dari panas matahari saja serta tetap terjaga unsur estetika. Keberagaman bahan atap kanopi ini pada akhirnya kembali kepada rencana dan fungsi kanopi tersebut dibuat. Jika Anda berencana membuat kanopi, pastikan rencana fungsi kanopi yang akan dibuat itu serta luas ruang. Kedua hal ini penting bagi para pelaku jasa kanopi sebagai pertimbangan dalam menentukan bentuk dan jenis atap yang tepat.

1. Kanopi Spandex

Kanopi Spandex

Kanopi ini berbahan spandex atau zincalum, yaitu logam campuran aluminium dengan seng yang dibuat sangat tipis. Meski sangat tipis, bahan ini sangat kuat hingga mudah ditekuk pada bagian rangka atap yang rumit. Bahan atap ini tergolong kuat bahkan hingga mencapai 10 sampai 15 tahun. Kanopi berbahan spandex sangat umum digunakan oleh kebanyakan warga.

2. Kanopi UPVC

Kanopi UPVC

Kanopi UPVC (Unplasticized Poly Vinyl Chloride) merupakan kanopi yang menggunakan atap berbahan UPVC yang terkenal kuat dan ringan. UPVC kerap dijadikan bahan material pengganti kayu, kusen, maupun atap. Bahan ini mampu menahan beban hingga bobot 150 KG dan usia pakai hingga 15 tahun. Kekuatan inilah yang mendasari bahan UPVC banyak digunakan sebagai atap kanopi, meski harganya lebih mahal daripada kanopi spandex. Menariknya, bahan UPVC ini mampu meredam suara tetesan air hujan sehingga tidak berisik.

3. Kanopi Berbahan Kaca

Kanopi Berbahan Kaca

Kanopi kaca mungkin satu-satunya jenis kanopi yang paling mahal dengan tingkat estetika yang paling baik. Kanopi ini menggunakan kaca bening sebagai atap atas pertimbangan pada kemampuannya meneruskan cahaya dan panas tetapi melindungi dari curah hujan. Kanopi jenis ini sangat tepat sebagai penghias bangunan perkantoran, kafe, hunian mewah.

4. Kanopi Polycarbonate

Kanopi Polycarbonate

Kanopi jenis ini yang paling banyak dipakai oleh sebagian besar masyarakat. Polycarbonate merupakan bahan semacam plastik yang ringan dan kuat hingga mencapai usia 15 tahun. Polycarbonate juga mampu meneruskan cahaya hingga 40 %, sehingga ruang pada bagian bawah kanopi tetap mendapat cahaya. Bahan ini juga mampu meredam suara tetesan air hujan. Tetapi bahan ini rentan terhadap kebocoran, terutama saat proses pemasangan yang umumnya menggunakan paku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *