Kiat-kiat Dalam Memasang Partisi Kaca

Kaca memang selalu menjadi bagian yang mewah dalam suatu bangunan. Bangunan yang menggunakan banyak kaca terlihat elegan dan lebih ringan strukturnya. Beberapa bangunan kantor, rumah minimalis, kaca depan toko, dan fasade bangunan biasanya menggunakan partisi kaca untuk membagi atau menyekat ruangan. Selain mendapat unsur mewah, penggunaan partisi kaca juga bisa mengurangi struktur beban dari penggunaan sekat tembok dan juga biaya yang lebih murah. Partisi kaca sendiri memiliki 4 jenis, yakni partisi kaca tempered, partisi kaca nontempered, partisi kaca frameless, partisi kaca dan alumunium. Pemasangan partisi ini tentunya tidak sembarangan agar tidak cepat rusak dan kokoh.

Kiat-kiat Dalam Memasang Partisi Kaca

5 Tips Pemasangan Partisi Kaca

Penggunaan partisi kaca kini semakin banyak digunakan, khususnya kaca tempered yang ternyata lebih kuat dan lebih aman digunakan ketimbang jenis kaca lainnya. Sementara penggunaan partisi kaca nontempered digunakan karena lebih ekonomis. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk pemasangan partisi kaca seperti, meteran, spidol penanda ukuran, kop kaca, lakban, sealent, mesin gerinda tangan dengan mata potong keramik, mesin bor untuk coakan dan bor kaca sesuai kebutuhan, profile aluminium U yang sesuai ukuran  kaca, serta amplas. Setelah mengetahui kaca jenis mana yang cocok dan bahan serta alat sudah beres, maka selanjutnya kalian bisa menerapkan pemasangan partisi kaca dengan menggunakan 4 tips berikut.

1. Menentukan Desain Kerja Sederhana

Tentunya dalam setiap pengerjaan dalam bangunan harus memiliki desain/gambar keja sederhana. Jangan sampai sembarangan mengerjakan tanpa menggunakan rancangan karena bisa jadi ketika terjadi kesalahan justru membuat biaya anggaran semakin melonjak, misalnya kesalahan menentukan panjang kaca tempered yang akan digunakan untuk menyekat yang pada akhirnya membuat kamu harus menambah lagi biaya pembelian kaca jenis tempered.

2. Penggunaan Jarak Nut

Jarak nut adalah jarak penggunaan partisi antar kaca. Jaraknya tidak boleh terlalu jauh atau terlalu dekat karena akan menentukan pemasangan sealent guna merekatkan kaca. Jarak umum nut adalah 0.3 cm menyesuaikan dengan ukuran presisi pemasangan sealent agar merekat dengan sempurna pada kaca sehingga kaca tidak mudah pecah.

3. Penggunaan Lakban Kertas dan Sealent

Dalam pemasangan sealent biasanya menggunakan tukang khusus yang ahli di bidang partisi kaca. Selain itu untuk hasil yang optimal pemasangan sealent bisa dibantu dengan penggunaan lakban kertas. Sealent sendiri adalah sejenis  karet yang digunakan untuk menyambung antara kaca dan bingkai yang gunanya untuk meredam benturan antara kaca dan bingkai apabila tejadi getaran.

4. Pemilihan Jenis Kaca

Memilih kaca yang berkualitas baik juga penting untuk partisi kaca. Sebaiknya gunakan kaca tempered karena kaca ini tahan benturan keras. Kaca jenis ini sangat aman karena pecahaannya berupa butiran halus bukan kepingan besar yang tajam. Sementara ketebalan kaca yang bisa dipilih yakni 5 – 15 milimeter.

5. Pemilihan Frame yang Tepat

Frame merupakan sistem bingkai yang digunakan untuk pemasangan sekat atau dinding berbahan kaca. Ada dua jenis yang bisa kamu pilih, yakni sistem bingkai (frame) dan frameless. Pada sistem bingkai, kaca hanya diikat dan dijepit dengan rangka dan biasanya menggunakan sealent. Sementara pada sistem frameless, bingkai akan disembunyikan pada lantai dan balok yang melintang di atas kaca. Penggunaan keduanya tentu memiliki nilai untung rugi sendiri.

 

Itulah tips-tips yang bisa diterapkan dalam pemasangan partisi kaca. Tentu saja ada baik buruknya dalam penggunaan partisi kaca maupun tembok. Namun, kamu bisa menyesuaiakan sesuai kebutuhan dan keuanganmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *